Friday, January 16, 2015

ISLAM ITU SEHAT dan SELAMAT

2:43 PM By PKS Pamulang , , No comments


عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ ». Artinya: Dari Miqdam bin Ma’dikariba berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), JIKA TIDAK BISA DEMIKIAN, MAKA HENDAKLAH IA MEMENUHI SEPERTIGA LAMBUNGNYA UNTUK MAKANAN, SEPERTIGA UNTUK MINUMAN DAN SEPERTIGA UNTUK BERNAFAS” (HR. At-Tirmidzi)


Segala puji bagi Allah ta’ala yang mengikat hati hambaNya dalam iman, sehingga mereka sa ling ‘mengenali’ satu sama lain sekalipun mereka tidak kenal satu sama lain. Ini adalah karunia iman dan hidayah dari Allah ta’ala bagi setiap hambaNya yang dikehendakiNya. Semogakita termasuk orang-orang yang diberi petunjukNya untuk beriman dan beristiqomah dalamajaranNya. Sholawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shollalahu’alaihiwasallam, Nabi  akhir  zaman  yang  membawa  cahaya Islam dan menerangi penjuru timur dan barat serta mengalahkan semua musuh-musuh Islam dengan izinNya. 

Persoalan kesehatan dewasa ini, dengan kondisi alam dan lingkungan yang telah habis tereksploitasi oleh manusia  menjadi  persoalan  yang  mendesak sifatnya. Betapa tidak? kini saat dunia tempat kita tinggal sudah semakin tua ditambah ulah tangan manusia yang merusak, kondisi yang ada benar-benar mengkhawatirkan. Itulah sebabnya, kesehatan dalam strukturmasyarakat moderen manapun dianggap sebagai investasi utama yang harus dijaga  dan  benar-benar diperhatikan. Dalam agama Islam sendiri, kesehatan adalah hal yang harus diper tanggungjawabkan di akhirat kelak. Bahkan Rasulullah SAW sendiri sudah mempraktekan  pola hidup sehat sejak belasan abad yang lalu untuk menjadi warisan berharga bagi umat    nya.

Melalui banyak haditsnya Rasulullah  telah  menjelaskan  betapa  kesehatan  itu  penting  karena ibadah dan  penghambaan  manusia  kepada  Allah SWT akan  lebih  mudah  jika ditunjang dengan kesehatan yang prima. Hadits diatas sangat jelas menggambarkan, bagaimana Rasulullah SAW begitu peduli  dengan kesehatan umatnya. Dalam banyak  literatur  peradaban kuno, para sejarawan juga mengidentifikasi bahwa sebuah peradaban itu  dianggap  maju jika struktur masyarakatnya sudah membuat sistem kesehatan yang baik, sistem ini  biasanya ditandai oleh adanya sanitasi (sistem pengairan) yang baik, dan pembuangan limbah yang terpadu.  Kemudian  aspek  yang  lain  adalah  harapan  hidup  ( usia )   masyarakatnya  yang panjang,  hal ini dilihat dari pola  konsumsi dan asupan gizi  masyarakat  pendukung  peradaban.  Namun  para  sejarawan  Barat  tidak  memperhatikan  keterkaitan  antara kesehatan fisik dengan  kesehatan spiritual.  Karena  memang Barat sendiri  mempunyai cara berfikir yang mendewakan rasionalitas empiris.  Segala sesuatu diukur dengan rasio dan bukti materi.

Islam sebagai rahmat memiliki pandangan berbeda, dalam hal kesehatan Islam memandangbahwa kesehatan fisik memiliki keterkaitan dengan  kondisi ruhiyah seseorang.  Karena  kesehatan itu sendiri adalah karunia dari  Allah SWT  yang  harus  dipertanggungjawabkan. Beroleh pahala apabila dijaga dengan baik dan berdosa apabila disia-siakan. Contoh  hadits  diatas sangat kentara, bagaimana Rasulullah SAW  mengajak  umatnya untuk memperhatikan apa-apa yang masuk kedalam perut seorang muslim.  Bahkan  secara  terperinci Rasulullah SAW  membagi  kadar  dengan  sangat  jelas kapasitas perut seorang manusia. Ini dimaksudkan agar tidak  mendzolimi  diri  sendiri yang pada akhirnya  akan  mendzolimi  orang lain. Betapa banyak penyakit yang disebabkan cerobohnya kita memasukkan segala sesuatu ke perut. Sebut saja jantung koroner, penyakit gula, kolesterol tinggi, diare, dan keracunan makanan, serta masih banyak lagi.  Adalah  kecerobohan  kita yang tidak memilih asupan  makanan ke dalam tubuh kita. 

Apalagi saat ini, kita dengan mudah akan menemui jajanan kuliner hampir disetiap sudut jalan. Disatu pihak kita bergembira bahwa sudah banyak orang yang  menjadi pengusaha kuliner dan sukses. Namun disisi lain,  jika  kesadaran makan memakan menurut sunnah Nabi SAW belum menjadi kebiasaan,  maka gejala  ini sebenarnya adalah awal dari kerusakan generasi. Betapa tidak, bahwa generasi yang hanya memperhatikan urusan kesenangan perut mereka tidak akan peka terhadap  persoalan  keumatan  yang  lebih besar lagi kapasitasnya. Itu sebabnya dalam urusan perut saja Rasulullah SAW  sudah demikian hati-hati, dan alangkah baiknya kita sebagai umatnya mengikuti Beliau SAW dalam urusan menjaga perut kita.

Menjaga kesehatan juga adalah sebuah perintah dalam Islam.  Alquran menjelaskan bahwa kita harus berupaya mencari bahan pangan yang halalan thoyyiban  untuk asupan nutrisi tubuh kita. Halal berarti memenuhi kaidah fiqih dalam kandungan dan cara memperolehnya, sedangkan thoyyib  lebih berorientasi kepada makanan yang baik dari segi  kandungan nutrisi dan kesesuaian kondisi tubuh. Adapun hal lain dalam Islam yang juga diperhatikan, yaitu sangat dihargainya kehalalan makanan tersebut  dan  hubungannya  dalam penghambaan.  Seseorang  yang  biasa  mengkonsumsi barang haram  akan  jauh  dari  nikmat terkabulnya doa.  Ini  berarti  setiap muslim harus benar-benar memperhatikan makan apa saja yang masuk kedalam perutnya. Semua makanan yang masuk kedalam perut harus dipastikan halal, apalagi dalam poin ini dijadikannya tidak terkabulnya doa sebagai ancaman. Lebih dari itu  bahkan Rasulullah SAW  menganjurkan  cukuplah  makan bagi seorang Muslim hanya sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya.

Demikianlah  peradaban  ini  dibangun  diatas  petunjuk  dan  arahan dari Allah secara langsung melalui NabiNya yang mulia.  Islam  sangat rasional dan dalam waktu bersamaan tetap menjaga  keorisinalitasan  ajarannya,  yaitu   bahwa   semua   hal  memang  datang dari atas langit (wahyu). Semangat berikutnya yaitu,  apakah  kita  mau menggali kembali khasanah kehidupan Rasulullah SAW,  dan  mensyiarkannya  untuk  kemudian  menjadi  gaya  hidup  (life style).  Yaitu  gaya hidup sehat ala Rasulullah SAW,  sehingga  dengan  kesehatan  umatnya,  Islam  tampil kembali sebagai trendsetter bagi peradaban. Wallahu a'lam. (ridwan)

0 comments:

Post a Comment