Monday, July 22, 2013

Ramadhan Perlahan Habis, Semangat Tilawah Kian Menipis

7:02 PM By PKS Pamulang No comments

Ramadhan Perlahan Habis, Semangat Tilawah Kian Menipis

..............................
Astaghfirullah, sepuluh hari awal Ramadhan tlah berlalu..
Bagaimana kabar iman kawanku?

Masihkah ia membara

Sembari charging ruhiyah intensif yang tiada tara?

Ataukah ia melemah

Termakan waktu nan semangat semu di ujung saja?

Ayo bangkit

Keluar dari zonamu dan perbanyak mimpi tuk dirakit

Sejatinya, ruh itu akan rindu kepada rumahnya. Sebagaimana jasad yang mengalami hal serupa. Dimanakah rumah jasad? Bumilah tempatnya. Dan dimanakah rumah dari ruh? Surga. Itulah sebaik-baik tempat kembalinya.

Maka ketahuilah, sang jasad akan menggerakkan diri kita untuk senantiasa mencintai dunia, berlama-lama dengan kegemilangan yang ada, hingga nantinya ia menyatu kembali dengan bumi.

Sementara ruh, ianya sangat rindu kepada rumahnya. Karena ia disanalah bisa bersua dengan Allah. Maka ianya ingin sesegera mungkin kembali kepada-Nya. Namun sang jasad tadi mencegahnya. Lalu timbulah ketidakstabilan antara keinginan jasad yang terpenuhi dan ruh yang “galau”.

Untuk mengobatinya, ruh akan senang bila bisa berkomunikasi dengan pencipta-Nya. Lewat apa? Lewat kalamallah, Al Quran. Maka tak heran apabila hati kita benar-benar bersih, ruh kita akan sehat dan kita tidak akan pernah kenyang berinteraksi dengan Al Quran

Poin pertama dari cerita tersebut, ketika semangat kita menipis, boleh jadi hati kita sedang kotor. Mari bersihkan. Istighfar. Muhasabah. Dan segera berbenah.

Lalu bagaimana bila kita belum bisa menikmati tilawah? Tilawatil Quran, dan ibadah lainnya tentu kita sudah mengetahui keutamaannya. Namun tetap, rasanya jemu, bosan, monoton. Apakah perlu libur dulu tilawahnya?

Ketahuilah sahabat, ibadah kita hanya bisa dinikmati dengan iman. Ketika iman sedang melemah, menghindari ibadah justru akan menjatuhkan kualitas keimanan kita.

Rasulullah bersada ” Al imaanu yazidu wa yankus ” artinya iman itu naik dan turun, berarti Nabi Muhammad pun tidak mengingkari keadaan iman yang seperti itu. Oleh karenanya, beliau mendorong dan memberi arahan kepada kaum Muslim untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi iman supaya jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan menghantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi tersebut, akan mudah mengantarkan seseorang berbuat dosa.

Seorang ulama mengatakan, perbaharui iman bisa dengan pemaknaan-pemaknaan yang dibangun dalam diri kita. Tentunya ilmu yang kita dapat, bukan hanya asal diketahui saja, namun juga ditelaah dan ditadabburi.

Poin kedua : Ketika tilawah, yuk mari sesekali baca artinya. Bahkan kalau ada tafsirnya. Al Quran mengandung berbagai kisah, motivasi, petuah yang luar biasa untuk kita terus dalami.

sumber : http://mqitt.wordpress.com/

0 comments:

Post a Comment