Tuesday, February 7, 2012

SAKIT TIDAK JADI PENGHALANG

5:50 AM By PKS Pamulang , , No comments


Ia seorang pemuda yg ringkih. Jantungnya Iemah,kondisi fisiknya juga Iemah. Namun amat berbeda dgn semangatnya. Sebuah peristiwa yg tak ada duanya. Dimana tetes air mata bercampur dgn senyuman. Pohon2 &ranting bersedih, namun gemerlap cahaya menumbuhkan bunga2 kebahagiaan. Meski senandung kebahagiaan itu tercampur oleh rajutan kesedihan.

Dalam hidup ni, berapa bnyak masalah yg menyedot perhatian kita? Anak2 yg masih kecil membutuhkan susu &makanan bergizi,bagi yg telah punya keluarga,sibuk memikirkan kesejahteraan keluarga,tugas2 kantor yg menumpuk,dakwah &seabrek aktifitas lainnya yg bikin stress. Oya, tapi dalam hal dakwah kita harus berlomba,karena ini merupakan kewajiban setiap muslim.

Pada umumnya,cita2 kita sbgai manusia adlh membahagiakan orang lain, kemanapun kaki kita melangkah & kita menetap. Sementara kebahagiaan itu hanya bisa kita peroleh dgn iman & takwa. Dgn iman kita bisa memberi kebahagiaan dlm arti yg lebih luas.

Pemuda ini mengalami kesulitan hidup, terutama yg berhubungan dgn penyakitnya. Selama ni ia telah mengidap penyakit jantung yg cukup parah. Namun dgn kesabarannya, semua itu justru semakin membuatnya lebih steril & bersih.Dokter &bahkan banyak orang sudah mengetahui kondisi jantungnya yg sakit, hanya saja pemuda itu tak berhenti mencari jiwa2 yg gersang &lumpuh yg masih berserakan disana-sini utk dibimbingnya sebagian menjadi hamba Allah Ta’ala yg sejati.

Di antara kelemahannya tersembunyi kekuatan yg dahsyat. Ia terus berusaha mencari hati yg bercerai berai utk disatukan kembali menjadi sebuah hati & jiwa yg utuh menjalani kebenaran dalam arti yg sesungguhnya. Menjadikan mereka senantiasa lurus dlm agamanya.

Pemuda ini seorang guru &mengajarkan berbagai ilmu yg bermanfaat utk akhirat &kebersihan jiwa. Tak jarang, saat mengajar, jantungnya berdegup kencang &nafasnya menjadi sesak. Tangan yg satu mendekap dadanya yg sakit, satunya lagi digunakan utk memberi petunjuk &mengajar. Sungguh menakjubkan.Dadanya begitu sakit. Sakit sekali. Namun dibibirnya tetap tersungging senyuman. Wajahnya dipenuhi cahaya iman. Adapun tempat derita &sakit itu hanya dibagian dadanya saja. Subhanallah, betapa mulia pemuda ini. Sementara banyak pemuda yg sehat &memiliki ilmu tapi tdk mengamalkan ilmunya, sementara dia yg sakit masih berusaha menyumbangkan ilmunya.Dan yg lebih mengejutkan lagi, di tengah rasa sakitnya, pemuda ini berniat pergi ke London.

Pemuda yg ternyata bernama Akhshaa-i ini sudah memiliki tekad bulat. Di London dia memiliki keinginan yg amat mulia. Di sana begitu banyak orang2 yg kehausan & kelaparan akan cahaya iman. Aku harus mulai &sekarang.Ya, pemuda ini memang memiliki tujuan utk mengamalkan ilmunya utk orang2 yg membutuhkan, karena muslim disana jumlahnya sangat minoritas. Disana pasti membutuhkan seorang guru yg ikhlas dlm memberi ilmu.

Ia mengisi kopernya dgn berbagai atribut & benda2 yg dibutuhkan, muiai & buku2 agama & berbagai bahasa, kaset2 pengajian &ceramah dll yg berhubungan dgn ilmu yg akan diajarkannya nanti. Ia begitu bersemangat & penuh harapan.

Di London, ia mulai mengamalkan ilmunya. Setiap hari ia berhadapan dgn wajah2 yg haus ilmu, jiwa2 yg sakit & butuh pengobatan.

Setiap hari ia berdiri dihadapan mereka dgn penampilan &semangat yg tidak berubah. Tangan yg satu memegang dada & tangan yg satunya memberi petunjuk untuk mengajar. Wajahnya tetap tersenyum. Ia mengajarkan ilmu sepenuh hati dgn keikhlasan yg sempurna.Sesungguhnya pemuda ini seorang dokter, tapi dia lebih suka bekerja secara sukarelawan sbgai pengajar ilmu Allah Ta’ala. Dan pemuda ini sama sekali tidak memiliki beban apapun dgn pekerjaannya yg sangat melenceng jauh dgn titelnya.

Semakin hari wajahnya kelihatan semakin berseri oleh cahaya iman &kebahagiaan batin. Meski wajahnya semakin terlihat pucat karena penyakitnya, namun senyum di bibirnya tak pernah lenyap.

Saat pengobatan hati2 yg terluka berlangsung, & kehidupanpun mulai berdenyut pada hati2 yg telah mati, lahirlah manusia baru berkat jasa pemuda ini. Di saat itulah, kondisi jantungnya semakin parah. Cahaya mulai meredup. Dan sang pemuda tak mampu lagi untuk bertahan. Ajal tak dapat ditolak. Diatas pembaringan yg putih bersih, dokter ini menghembuskan nafas terakhirnya. Sungguh akhir kehidupan yg indah, disaat sebagian keinginannya telah terwujud.Sebelum nafas berakhir, sepuluh kali syahadat terlontar dari bibirnya. Betapa lama kalimat ini tidak pernah muncul di kota itu, namun pemuda itu berhasil menghidupkan kembali kalimat indah itu.

Ia meninggalkan dunia dgn senyuman. Tak ada lagi yg ia butuhkan. Ia telah mengucapkan sepuluh kali syahadat. Allahu akbar. Tak sia2 perjuangan pemudaalim itu selama ni. Ia meninggalkan kehidupan menuju kehidupan lain ygIebih indah. Tdk ada rasa sakit, tdk ada penderitaan lagi di dalamnya. Insya Allah.

Rasulullah , bersabda, “Barangsiapa yg akhir ucapan dalam hidupnya adalh laa ilaaha iIIalah, maka Ia pasti akan masuk surga.”

0 comments:

Post a Comment