Wednesday, January 19, 2011

OKI dan Liga Arab Diminta Perhatikan Palestina

8:06 AM By PKS Pamulang , No comments

ISTANBUL—Aliansi lembaga-lembaga internasional yang peduli terhadap penderitaan dan perjuangan bangsa Palestina mendesak Liga Arab untuk merealisasikan keputusan-keputusannya yang dibuat di Doha dua tahun lalu untuk merekonstruksi wilayah Jalur Gaza, memberikan bantuan kemanusiaan, dan berupaya keras membuka blokade ekonomi terhadap Gaza. Permintaan itu disampaikan dalam rekomendasi Konferensi Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Palestina yang berlangsung di Istanbul, Turki, 15-16 Januari.

Konferensi yang dihadiri oleh 350 utusan dari 80 organisasi yang berasal dari 20 negara juga meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan negara-negara Islam untuk mengambil langkah cepat guna menghentikan proses Yahudiisasi situs-situs suci umat Islam dan Kristen di Palestina, terutama Masjid Aqsha.

Delegasi dari Indonesia yang terdiri dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (Persis), Aisyiah, Perempuan NU, Mathla’ul Anwar, Jamiyatur Rahman, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), dan Adara Internasional sepakat untuk mendukung dan menjalankan rekomendasi yang dikeluarkan konferensi tersebut. Pembina Adara Internasional, Yoyoh Yusroh menyatakan, ada atau tidak adanya rekomendasi itu Indonesia terus mendukung perjuangan bangsa Palestina, baik secara politik maupun kemanusiaan.

Secara politik, kata Yoyoh, yang juga anggota Komisi I DPR, sikap pemerintah Indonesia sudah jelas mendukung perjuangan bangsa Palestina. Sementara secara kemanusiaan banyak lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia yang konsern untuk meringankan beban penderitaan rakyat Palestina melalui pengiriman bantuan kemanusiaan, baik secara langsung ke Palestina maupun melalui lembaga-lembaga perantara. Sejumlah lembaga kemanusiaan dari Indonesia juga selalu ikut dalam konvoi kemanusiaan ke Gaza, termasuk ikut dalam rombongan Freedom Frotilla yang melahirkan tragedi Mavi Marmara.

“Sikap pemerintah Indonesia secara politik sudah jelas mendukung sepenuhnya perjuangan bangsa Palestina untuk mendapatkan kembali kemerdekaannya. Sementara secara kemanusiaan, karena Palestina mengalami tragedi kemanusiaan, kita akan terus mengajak bangsa Indonesia untuk menunjukkan simpati dan empati kepada mereka,” kata Yoyoh. Adara Internasional sendiri merupakan organisasi yang konsern terhadap penderitaan bangsa Palestina, khususnya kaum perempuan dan anak-anak.

Rekomendasi lainnya yang dikeluarkan dalam pertemuan itu adalah mendesak agar dunia internasional, khususnya lembaga penegakan Hak Asasi Manusia melakukan upaya-upaya untuk membebaskan rakyat dan pemimpin Palestina yang mendekam dalam tahanan Israel, mengadili penjahat perang Israel, serta melakukan upaya-upaya untuk menghentikan program Yahudiisasi tanah Palestina melalui pengusiran dan penggusuran warga Palestina, serta perluasan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. Konferensi juga mendesak diwujudkannya persatuan bangsa Palestina. Faksi-faksi yang ada di Palestina diminta untuk segera melakukan rekonsiliasi untuk memperkokoh soliditas bangsa Palestina dalam menghadapi Israel.

Dalam konferensi itu sendiri dipilih orang-orang yang duduk dalam kepengurusan Aliansi. Di antaranya Ketua Muhammad Al Katatni (Mesir), Wakil I Dr Ahmad Agroqoja (Turki), Wakil II Prof Ahmad Abdul Karim (Syria), Wakil III Nasharuddin Isa (Malaysia), dan Sekretaris Muhammad Ghulam (Mauritania).

Sementara dari Indonesia terpilih Prof Dr Maman Abdurrahman (Ketua Perwakilan Ulama Wilayah Asia Tenggara), Yoyoh Yusroh (Ketua Perwakilan Perempuan Wilayah Asia Tenggara), Wildan Hakim (Ketua Perwakilan Pemuda Wilayah Asia Tenggara).

Maman Abdurrahman, yang juga Ketua Umum Persis menyampaikan, sejumlah organisasi dari Indonesia yang hadir dalam konferensi itu sepakat untuk memperluas kerja sama dengan organisasi-organisasi lain di Indonesia, termasuk dengan tokoh-tokoh lintas agama untuk bersama-sama membantu perjuangan bangsa Palestina. “Masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan, jadi siapa pun yang peduli dengan persoalan kemanusiaan bisa diajak kerjasama,” katanya.

0 comments:

Post a Comment